Ada masanya di mana satu jepretan kecil bisa bikin jantung deg-degan lebih kencang dari suara notifikasi HP.
Foto ini salah satunya.
Selfie berdua, tapi berjarak.
Dekat, tapi nggak bersentuhan sama sekali.
Bukan karena nggak mau—tapi karena waktu itu aku dan Ula masih tunangan, masih menjaga batas, masih sama-sama malu kalau tangan tanpa sengaja bersentuhan.
Lucu kalau diingat sekarang.
Dulu, berdiri berdua aja sudah grogi.
Sekarang?
Udah sah, udah halal, udah boleh pelukan kapan pun. Ciee~
Momen ini jadi pengingat bahwa dulu kita pernah melalui fase manis yang serba kikuk, serba jaga pandangan, tapi justru di situ letak hangatnya.
Sebuah masa di mana saling menahan adalah bentuk cinta, dan saling menjaga adalah tanda sayangnya.
Dan setiap kali lihat foto ini, ada satu hal yang selalu terlintas di kepala:
“Dulu kita berjauh-jauhan karena menjaga, sekarang kita berdekatan karena Allah sudah merestui.”
Manis, ya?

