Sore itu di Labuhan Beach, Bawean Island, istriku berdiri tenang sambil memandangi gaun sederhana yang ia pakai. Angin laut yang lembut membuat ujung gaunnya bergerak pelan, seolah ikut menari bersama ombak yang pecah di kejauhan.
Aku memotretnya diam-diam—bukan karena gaunnya, tapi karena caranya menikmati momen. Matanya fokus pada kain yang tertiup angin, senyumnya tipis, dan seluruh sikapnya memancarkan ketenangan yang sulit dijelaskan. Ada sesuatu pada dirinya sore itu: sederhana, anggun, dan sangat menenangkan.
Dalam satu pose kecil yang natural, ia membuat suasana pantai terasa lebih lembut. Matahari turun perlahan, memberi cahaya emas yang jatuh tepat ke arah wajahnya. Dan di balik jepretan itu, ada cerita tentang perempuan yang selalu berhasil membuat setiap tempat terasa lebih indah hanya dengan kehadirannya.
