Malam itu kami hanya ingin jalan santai, menikmati udara segar dan lampu kota yang temaram. Tapi begitu melihat papan Amanda Brownies menyala terang di pinggir jalan, kami langsung saling pandang—dan tanpa bicara pun tahu tujuan berikutnya.
Kami mampir sejenak, masuk ke toko dengan aroma cokelat yang langsung menyapa begitu pintu terbuka. Istriku melihat-lihat etalase dengan mata berbinar, memilih rasa favoritnya sambil tersenyum kecil. Momen sederhana seperti itu selalu terasa hangat; seolah dunia melambat, menyisakan hanya kami dan aroma brownies yang manis.
Di luar, malam tetap berjalan. Tapi bagi kami, singgah sebentar di Amanda Brownies Store adalah salah satu potongan kenangan yang membuat malam itu lebih sempurna: ringan, manis, dan penuh kebersamaan.
