Ada momen sederhana yang entah kenapa selalu terasa paling hangat—seperti ketika ia duduk di depanku sambil menikmati minuman favoritnya. Tatapannya yang berbinar, senyum kecil yang muncul tanpa ia sadari, dan caranya menyeruput minuman itu pelan-pelan seolah sedang menikmati waktu yang berjalan sedikit lebih lambat dari biasanya.
Di tengah hiruk-pikuk ruangan, ia justru menjadi sosok paling menenangkan. Tangannya yang lembut memegang gelas itu, sementara tawanya yang ditahan menciptakan suasana yang lebih manis daripada minuman merah muda yang sedang ia nikmati.
Momen seperti ini mungkin terlihat biasa. Hanya duduk berdua, hanya minum sesuatu yang segar. Tapi bagiku, justru di sinilah letak keistimewaannya—kesederhanaan yang berubah jadi kenangan indah hanya karena aku melihatnya bahagia.
Dan hari itu, kebahagiaan tampak begitu mudah… hanya lewat satu gelas minuman dan satu senyuman darinya.
