Pagi itu terasa lebih manis dari biasanya. Mentari baru saja naik, sinarnya lembut menyelinap ke dalam rumah, dan aroma camilan buatan istriku langsung memenuhi suasana dengan kehangatan yang sulit digantikan.
Di meja sudah tersaji camilan sederhana favoritnya—hangat, wangi, dan dibuat dengan penuh cinta. Sambil menikmati tiap gigitan, aku merasakan bagaimana pagi berubah menjadi momen yang lebih istimewa. Bukan sekadar soal rasa, tapi tentang perhatian kecil yang ia siapkan sejak subuh demi menciptakan pagi yang menyenangkan.
Camilan buatan istri memang selalu punya magisnya sendiri. Membuat suasana rumah terasa hidup, menghadirkan kenyamanan, dan menjadikan awal hari lebih berseri. Di balik setiap aroma dan rasa, selalu ada cerita tentang kasih sayang yang tidak pernah absen ia tunjukkan.
Dan pagi itu, mentari terasa lebih hangat—karena hangatnya bermula dari dapur kecil kami.
